HUT IBIPara bidan yang tergabung dalam wadah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) diminta ikut mendukung kebijakan pemerintah untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menghadiri perayaan ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-67 di Hotel Grand Master, Purwodadi, Jumat (27/7/2018).

Menurut bupati, AKI dan AKB di Grobogan sampai sekarang masih cukup tinggi. Indikasinya, untuk AKI di Grobogan menduduki rangking pertama di tingkat Jawa Tengah. Sedangkan AKB berada pada urutan kedua.

gianyarstudytembakau 18Dinas Pertanian Grobogan kedatangan rombongan tamu dari Provinsi Bali, Rabu (25/7/2018). Yakni, rombongan pejabat dari Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Gianyar. Kedatangan rombongan sebanyak 30 orang itu dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Gianyar I Made Raka. Ikut mendampingi sejumlah kabid, kasi, PPL dan petani tembakau di Kabupaten Gianyar.

Kedatangan rombongan dari Pulau Dewata disambut Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto di aula Rumah Kedelai Grobogan (RKG). Ikut mendampingi Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Grobogan Tri Wahono Saputro.

ulamabantubangsa 1Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng Ali Mufiz mengajak para ulama untuk ikut membantu pemerintah dalam memecahkan dan menangani persoalan bangsa. Persoalan yang perlu dituntaskan hingga di pedesaan ada tiga hal. Yakni, persoalan dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan ideologi.

“Harus kita sadari, semua persoalan bangsa ini tidak lepas dari sistem pendidikan. Para ulama, termasuk di Grobogan ini harus melakukan penafsiran kembali terhadap sistem pendidikan yang berlaku,’’ kata Ali Mufiz saat menghadiri Halaqoh Ulama MUI di gedung Riptaloka Pemkab Grobogan, Kamis (26/7/2018).

resmikanpasarkradenan 21Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan peresmian pembangunan Pasar Tradisional Desa/Kecamatan Kradenan, Selasa (24/7/2018). Pembangunan pasar ini mendapatkan alokasi dana bantuan APBN dari Kementrian Koprasi dan BUMDes Desa Kradenan. Acara peresmian diawali dengan pemotongan tumpeng, dilanjutkan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Camat Kradenan Karjanto menyatakan, Pasar Tradisional Desa Kradenan sebelumnya terletak di dekat Stasiun Kradenan. Atas usulan kepala desa, pasar tersebut akhirnya dipindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas agar kegiatan perekonomian warga berjalan aman.